resep bahan cara membuat wedang rempah uwuh minuman kesehatan tradisional

Wedang Uwuh, Minuman Kesehatan Tradisional

Wedang uwuh ialah minuman kesehatan tradisional yang diciptakan dari 100% rempah alami yang telah diwariskan turun temurun sejak era raja-raja kerajaan Mataram yang ada di Yogyakarta. Wedang uwuh adalah minuman kesehatan tradisional hangat yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan tumpukan sampah daun kering. Di dalam bahasa Jawa, wedang rempah ini mempunyai arti minuman panas / hangat, sedangkan uwuh mempunyai arti sampah.

Jadi minuman kesehatan tradisional khas dari Yogyakarta ini terbuat dari bahan yang alami serta mempunyai aroma yang menyegarkan serta memiliki cita rasa wedang rempah herbal yang unik serta nikmat. Disamping itu semua bahan wedang uwuh kaya dengan manfaat serta khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh kita karena rempah-rempah yang ada didalamnya. Wedang uwuh bisa disajikan panas maupun hangat serta memiliki rasa manis pedas dengan aroma harum dan warna merah cerah yang bisa menambah cita rasa minuman kesehatan tradisional ini. Rasa pedas disebabkan oleh bahan jahenya, sebaliknya corak merah dihasilkan oleh kayu secang.

Awalnya bahan-bahan wedang uwuh masih dalam bentuk bahan utuh tanpa diolah oleh mesin industri, yang berupa rempah-rempahan asli. Tetapi bersamaan perkembangan jaman dan kebutuhan akan konsumen yang selalu ingin praktis, maka disaat ini bahan wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi berwujud instan (bisa langsung diseduh) ataupun bentuk celup.

resep bahan cara membuat wedang rempah uwuh minuman kesehatan tradisional

Sejarah Wedang Uwuh

Dalam menciptakan resep dan bahan wedang uwuh ini, tidak akan lepas dari sejarah ditemukannya wedang uwuh. Mari kita bahas pelan-pelan proses diciptakannya minuman kesehatan tradisional ini.

Dinamakan uwuh karena minuman kesehatan tradisional ini terdiri dari berbagai berbagai macam bahan dari tumbuh-tumbuhan yang dicampur menjadi satu, dan jika diperhatikan akan tampak seperti tumpukan sampah daun dan ranting.

Kisah wedang uwuh berawal sekitar tahun 1630 ketika Sultan Agung yang merupakan Raja Mataram beserta pengawalnya mencari tempat untuk dijadikan pemakaman keluarga raja. Beberapa tempat telah beliau kunjungi dan akhirnya dipilihlah lokasi di Bukit Merak Imogiri, Bantul, Yogyakarta yang beliau rasa paling cocok dijadikan tempat sebagai lokasi pemakaman keluarga raja.

Namun sebelum benar-benar memutuskan, raja memantapkan hati dengan bersemedi di lokasi tersebut. Saat malam hari tiba cuaca berubah menjadi dingin sekali, raja minta dibuatkan minuman kesehatan untuk menghangatkan tubuhnya. Pengawal lalu membuatkan wedang rempah atau wedang secang dan setelah selesai diletakkan di bawah pepohonan didekat beliau bersemedi. Tanpa didugaa, daun dan ranting pohon diterbangkan angin malam dan kemudian masuk ke dalam minuman kesehatan tersebut. Karena malam sangat gelap, sang raja tidak menyadari ada sesuatu yang salah pada minumannya. Ia pun meminumnya dan menikmatinya saat itu juga tanpa rasa curiga ataupun aneh sedikitpun.

Keesokan harinya, sang raja memanggil pengawal tersebut dan minta dibuatkan minuman kesehatan yang sama persis dengan yang diminum semalam. Sang raja berkata bahwa minuman kesehatan tadi malam rasanya berbeda dan beliau belum pernah merasakannya serta sangat enak untuk menghangatkan badan dari terpaan cuaca dingin di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Pengawal yang tadi malam membuatkan minum untuk sang raja merasa penasaran dengan perkataan sang raja. Lalu ia mengambil wadah minum sang raja yang semalam ia buatkan untuk memastikan apa yang terjadi. Ternyata, ia menemukan banyak daun kering dan ranting yang sama sekali tidak ia masukkan sebelumnya. Selanjutnya pengawal tersebut mengamati bahan-bahan yang masuk dalam wadah itu untuk selanjutnya meracik rempah-rempah tersebut menjadi resep dan bahan wedang uwuh untuk disajikan kepada sang raja pada malam selanjutnya.

Dari sinilah muncul nama wedang uwuh, yang kemudian menjadi minuman kesehatan tradisional favorit penghangat tubuh keluarga kerajaan hingga masyarakat biasa di Yogyakarta dan mereka menamakannya dengan wedang uwuh.

Khasiat Bahan Wedang Uwuh

Cukup banyak bahan yang harus dipersiapkan untuk membuat resep dan bahan wedang uwuh, antara lain rempah-rempah berupa serutan kayu secang kering, jahe yang dimemarkan, daun kayu manis kering, daun cengkih kering, daun pala kering, kapulaga, gula batu, akar dan daun sereh, serta butiran cengkih atau batang cengkih kering. Untuk selanjutnya, mari kita bahas khasiat dari bahan-bahan yang digunakan untuk membuat resep wedang rempah ini.

  1. Jahe : Dalam resep pembuatan serta bahan wedang uwuh ini, jahe merupakan bahan utama untuk membuat minuman kesehatan tradisional tersebut. Banyak riset di Indonesia mengatakan manfaat jahe yang bersifat antikoagulan (anti penggumpalan darah) yaitu mencegah tersumbatnya pembuluh darah yang merupakan pemicu utama stroke. Jahe juga dapat dijadikan anti serangan jantung yang lebih hebat dari bawang merah maupun bawang putih dan juga sanggup mengurangi kandungan kolesterol dengan cara menyerap kandungan kolesterol yang ada dalam darah serta hati.

    Minyak asiri yang dikeluarkan rimpang jahe bermanfaat mengeluarkan gas didalam usus kita dan dapat membantu tugas / kerja jantung kita, mengurangi tekanan darah serta mensterilkan tubuh dan mengeluarkan kotorannya melalui keringat. Hal ini bisa terjadi karena jahe bisa merangsang terlepasnya hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih cepat dan lancar serta meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

    Riset yang dilakukan oleh para pakar di negeri Jepang juga menyatakan bahwa jahe bisa menurunkan tekanan darah tinggi karena kandungan dalam jahe bisa mengurangi laju aliran darah perifer (aliran darah tepi).

    Jahe juga dapat berperan merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan, menguatkan lambung, ataupun memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan sebab terangsangnya selaput lendir perut besar akan menguatkan otot usus.

    Bau harum khas jahe, efektif menghindari dan menyembuhkan mual serta muntah, misalnya karena mabuk kendaraan ataupun pada perempuan yang sedang mengandung muda, sebab jahe sanggup memblok serotonin, yakni senyawa kimia yang bisa menimbulkan perut berkontraksi, sehingga menimbulkan rasa mual.

    Didalam pengobatan tradisional Asia, jahe sering kali dipakai untuk pengobatan penyakit radang sendi tulang seperti artritis, diare, batuk dan juga selesma. Jahe juga mempunyai antioksidan yang bisa membantu menetralkan dampak merusak yang disebabkan oleh radikal bebas didalam badan. Sebagai bahan wedang uwuh yang paling utama, jahe memang terkenal memiliki manfaat yang besar untuk dibuat sebagai bahan dasar minuman kesehatan tradisional.
resep bahan cara membuat wedang rempah uwuh minuman kesehatan tradisional
  1. Kayu Secang : Tumbuhan ini merupakan salah satu bahan wedang uwuh sehingga dapat menciptakan warna merah cerah. Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, tumbuhan ini biasa disebut kayu secang (Caesalpinia Sappan) serta sudah lama diketahui warga sekitar sebagai bahan racikan wedang rempah untuk mengobati bermacam penyakit seperti, sifilis, batuk darah, serta radang. Riset yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta juga menyatakan bahwa kayu secang memiliki kemampuan / kandungan antioksidan, antikanker, melegakan pernapasan, serta memperlancar peredaran darah. Dari kayu inilah ketika kita membuat resep wedang uwuh yang merupakan minuman kesehatan tradisional, air yang dihasilkan menjadi berwarna merah terang.
  2. Cengkih : Bahan wedang uwuh yang selanjutnya adalah cengkih. Beberapa manfaat cengkih yaitu bisa mengatasi sakit gigi, rematik, sakit kepala, kembung, masuk angin, mual serta muntah, radang lambung, batuk, terlambat haid, sinusitis, campak, dan lain-lain. Khasiat dari cengkih ini bisa didapatkan dari seluruh bagian tumbuhan cengkih mulai dari akar, batang, daun hingga dengan bunganya.

    Efek farmakologi dan kandungan kimiawi yang dimiliki cengkih adalah anestetik lokal, peluruh kentut (icarminative), aromatik, berhasiat sebagai perangsang / stimulan, antiseptik, memiliki rasa yang tajam, menghangatkan tubuh, menghilangkan kolik, dan obat batuk. Kandungan kimia pada cengkih adalah vit B1, protein, lemak, zat besi, karbohidrat, fosfor, kalsium, serta eugenol.

    Syzygium Aromaticum atau dalam bahasa awamnya bunga cengkih juga memiliki senyawa kimia yang disebut karyofilin, asam galotanat, asam oleanolat, fenilin, eugenol, resin serta gom selain mengandung minyak asiri.

    Minyak yang dihasilkan dari cengkih sendiri banyak dimanfaatkan oleh dokter gigi sebagai penghilang rasa sakit gigi. Salah satu bahan wedang uwuh ini memang mempunyai khasiat luar biasa.
  3. Kayu Manis : Kayu manis dan daun kayu manis akan membuat rasa wedang rempah ini menjadi lebih nikmat dan lezat. Bahan wedang uwuh yang satu ini selain yang ditulis diatas juga memiliki sifat antioksidan. Banyak ahli tanaman herbal meyakini bahwa campuran jahe dan kayu manis sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi. Ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ramuan dari kayu manis, seperti : kelebihan berat badan, kelelahan, kembung dan sakit kepala karena sinus.
  4. Pala : Buah dan daun pala yang memiliki wangi harum wedang rempah yang semerbak ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan kita. Kandungan kimia yang terdapat didalam pala antara yang merupakan salah satu bahan wedang uwuh lainnya adalah polifenol, saponin serta flavonoid dapat mengatasi batuk berlendir, mengobati masuk angin, penghilang kejang otot, menghilangkan nyeri, membantu pencernaan, insomnia (gangguan susah tidur), bersifat stomakik (memperlancar pencernaan dan meningkatkan selera makan), antiemetik (mengatasi rasa mual mau muntah karena masuk angin), karminatif (memperlancar buang angin), melancarkan sirkulasi darah, nyeri haid, rematik, dll.
  5. Sereh : Akar dari tumbuhan ini sudah sejak lama digunakan masyarakat sebagai bahan pembuatan wedang rempah untuk peluruh dahak / obat batuk, bahan untuk kumur, peluruh air seni, peluruh keringat, dan penghangat badan. Sangat baik dikonsumsi di saat hujan atau di sore hari saat cuaca tidak menentu. Sedangkan untuk daunnya sendiri sering digunakan untuk pereda kejang, pengobatan pasca persalinan, penambah nafsu makan, peluruh angin perut dan penurun panas.
  6. Kapulaga : Minyak asiri banyak terkandung didalam kapulaga. Selain minyak asiri, betakamfer, mirtenal, borneol, protein, gula, terpineol, karvona, sineol, sebinena, mirkena, lemak, silikat, terpinil asetat, dan kersik juga banyak terkandung di bahan wedang uwuh yang satu ini. Dari kandungan kimia tersebut kapulaga memiliki manfaat sebagai obat batuk dan untuk mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  7. Gula Batu : Gula jenis ini akan memberikan rasa manis yang khas, sehingga tidak menghilangkan cita rasa dan aroma asli dari rempah-rempah yang menjadi bahan utama dalam membuat wedang rempah ini. Gula jenis ini sudah dikenal sejak lama dan digunakan sebagai obat batuk yang membandel oleh masyarakat Yogyakarta. Caranya adalah dengan memotong buah mentimun, kemudian letakan gula batu secukupnya di tengah-tengah biji ketimun yang telah dipotong, tunggu hingga gula batu mencair. Jika sudah mencair, lelehan cairan gula batu dan mentimun tersebut diseruput sedikit demi sedikit hingga larutan gula tersebut habis.
resep bahan cara membuat wedang rempah uwuh minuman kesehatan tradisional

Diatas sudah kita bahas khasiat yang membuat kita geleng kepala karena manfaat dari rempah-rempah tersebut sebagai bahan untuk membuat wedang rempah ini. Untuk selanjutnya Cake Susu Moo akan memberikan resep atau daftar bahan yang diperlukan untuk membuat wedang rempah yang merupakan minuman kesehatan tradisional yang berisi rempah-rempah alami dari Yogyakarta.

Bahan Wedang Uwuh

  • 500 ml air
  • 40 gr serutan kayu secang kering
  • 50 gr gula batu (boleh diganti dengan gula pasir)
  • 6 cm jahe (bahan wedang uwuh yang harus ada)
  • 2 lembar daun kayu manis kering
  • 3 lembar daun cengkeh kering
  • 3 lembar daun pala kering
  • 1-2 lembar daun sereh / batang sereh (untuk penggunaan batang, memarkan dahulu)
  • 10 butir cengkih / batang cengkih kering
  • kapulaga secukupnya

Cara Membuat Wedang Uwuh

  1. Bakar jahe, memarkan
  2. Rebus air dalam panci menggunakan api sedang, masukkan semua bahan (kecuali gula batu).
  3. Aduk hingga mendidihkan selama kurang lebih 15-20 menit.
  4. Siap disajikan.

Untuk menikmatinya, anda tidak perlu menyaring bahan wedang uwuh yang ada didalamnya. Cukup masukkan dalam gelas, tambahkan gula batu secukupnya atau sesuai selera, lalu diamkan beberapa saat hingga semua bahan wedang rempah mengendap dan seruput hangat-hangat. Rasanya akan jauh lebih enak dan mantap. Demikian Cake Susu Moo menyajikan artikel resep pembuatan wedang uwuh yang merupakan minuman kesehatan tradisional. Untuk kumpulan artikel mengenai cara membuat minuman kesehatan bisa anda baca di : 5 Resep Minuman Untuk Kesehatan.

Content Protection by DMCA.com